Cinta

July 20th, 2005 by bagonk

Cinta adalah menyadari dengan susah payah bahwa ada sesuatu selain diri sendiri yang nyata.
Cinta….kita tidak berubah menjadi cinta,kita sekarang adalah cinta.
Cinta adalah buah yang tak mengenal musim dan dapat dipetik oleh setiap orang.
Sekalipun kita mencintai seseorang,kita membenci seseorang,mengharapkan mereka mati,atau kita akan mati tanpa mereka…..tidaklah menjadi soal.Sebab,ketika mereka memasuki kehidupan kita,bagaimanapun orang lain memandang mereka,mereka adalah segalanya bagi kita.Saat kita menatap mata mereka,menukik ke dalam jiwanya,dan kita mengatakan jutaan kata tanpa bersuara,kita tahu bahwa hidup kita menghirup debaran jantung mereka.
Kita mencintai mereka dengan sejuta alasan.Hal itu bukan berhubungan dengan pikiran,melainkan dengan hati.Dengan perasaan.Hanya dengan perasaan.
Hal-hal yang paling indah & paling baik di dunia ini tidak dapat dilihat dengan mata atau di sentuh,melainkan dirasakan di hati.
Karena cinta begitu indah,gunakanlah cinta itu untuk membuat hidupmu dan hidup semua orang menjadi indah seperti cinta itu sendiri.

Nice StorY

July 19th, 2005 by bagonk

alkisah di suatu negeri antah berantah ada seorang anak bertanya pada ibunya tentang arti cinta…………
sang ibu yg kebetulan adalah seorang janda yg baru saja dicerai oleh suaminya karena suaminya mempunyai seorang kekasih gelap dan seorang istri muda.

sang ibu menjawab :" cinta adalah sebuah kekuatan untuk menyayangi walaupun hatimu telah sakit."
sang anak bertanya lagi : " ibu walau sudah disakiti ayah apakah masih mencintai ayah?"
sang ibu menjawab : "yah,,, walaupun telah disakiti oleh ayah mu hati kecil ibu masih berkata bahwa ibu masih mencintainya."
anak :" wahh kalau cinta memang harus terasa sakit saya seumur hidup tidak akan pernah mencintai seseorang."
ibu:" tidak semua cinta harus merasakan sakit, dan tidak semua sakit karena cinta."
lalu sang ibu menceritakan cerita tentang mawar, dan teratai untuk menggambarkan bahwa walau sakit dan pedih mawar dan teratai tetap bisa menebarkan senyumnya dan cintanya untuk semua orang. MAWAR tetap segar dan memancarkan keindahan cinta pada setiap orang walaupun disekitarnya tumbuh duri duri…. dan bagi MAWAR kotoran yg ada di tanahnya tetap dan makin membuat indah senyumnyaaa…..TERATAI makin mengembang jika air di bawahnya semakin kotor…….
mendengar penjelasan sang ibu sang anak hanya berdecak kagum dan berkata :" wahh andaikan di dunia ini semua orang bisa meniru kadar cinta dan kasih mawar dan teratai pasti di muka bumi ini akan tenteram dan damai tidak akan ada dendam."
lalu sang anak bertanya lagi pada ibunya " lalu dimanakah saya mencari cinta yg murni yg tidak harus mendapatkan sakitnya."
sang ibu menjawab:" sesungguhnya untuk mencari cinta sejatimu sangat sulit karena biasanya cinta sejatimu tersembunyi seperti permata yang indah di dasar lautan dan memang harus dicari…. jika engkau sabar dan tidak menyerah maka kau akan mendapatkannya. Setelah mendapatkannya engkaupun harus mengolah cintamu itu agar lebih berkilau."
sang anak :" mengolah ?"
ibu :" ya mengolah seperti permata yg diolah untuk dijadikan perhiasan. tetapi cintamu itu diolah dengan saling pengertian, kejujuran dan keterbukaan

Cerita CInta

July 19th, 2005 by bagonk

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.

"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu.

"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

"Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel.

"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.

"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

"Ayo bermain-main lagi deganku." kata pohon apel.

"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.

Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

"Maaf anakku," kata pohon apel itu.

"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."

"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu."

Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata pohon apel.

"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.

Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki.

"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.

Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di

sana

untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Cerita CInta

July 19th, 2005 by bagonk

Jane : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa
Jhon : Kamu dong !!!
Jane : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Jhon : (berpikir sejenak lalu menatap Ce dengan pasti) Kamu tulang
rusukku !!! Kata Kitab Suci, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam
tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua
Pria Mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita
untuknya, dia tidak Lagi merasakan sakit di hati …"
Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis
Untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam
Kesibukan masing - masing dan kepenatan hidup yang ada. Hidup mereka menjadi
membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai
menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar Dan
pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari pada Akhir sebuah
pertengkaran Jane lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia
berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku !".
Jhon sangat membenci ketidak dewasaan Jane dan secara spontan balik
berteriak "Aku menyesal kita menikah ! Kamu ternyata bukan tulang rusukku
!!!"
Tiba - tiba Jane menjadi terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa
saat.
Jhon menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang
telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang
air mata, Jane kembali kerumah dan mengambil barang - barangnya, bertekad
untuk berpisah.
"Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita
berpisah dan mencari pasangan sejati masing - masing."

Lima

tahun berlalu.
Jhon tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Jane.
Jane pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah menikah
dengan seorang asing dan bercerai. Jhon agak kecewa bahwa Jane tidak
menunggunya kembali. Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum Kopinya dan
merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia
merindukan Jane.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat
dimana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan Hanya
oleh sebuah dinding pembatas.
Jhon : Apa kabar ?
Jane : Baik … apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang ?
Jhon : Belum.
Jane : Aku terbang ke

New York

dengan penerbangan berikut. Aku akan
kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon
kita, tidak ada yang berubah.
Jane tersenyum manis, lalu berlalu.
"Good bye …."
Seminggu kemudian dia mendengar bahwa Jane adalah salah satu korban
Menara WTC.
Malam itu, sekali lagi, Jhon mereguk kopinya dan kembali merasakan Sakit
di hatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Jane,
Tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling
kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal"

Cerita CInta

July 19th, 2005 by bagonk

100 hari yang berharga

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman
kampus tanpa melakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-
sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-
masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga
punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."

Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh
yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita
adakan permainan yuk?"

Peter: "Eh? permainan apaan?"

Tina: "Eng… gampang sih permainannya. Kamu
jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana
menurutmu?"

Peter: "baiklah… lagian aku juga gada rencana
apa-
apa untuk beberapa
bulan
ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya…
semangat dong! hari ini
akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan
kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak
salah film The Troy lagi
maen
deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech…. Yuk kita pergi sekarang. tar
pulang nonton kita ke
karaoke ya…
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga…"
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter
mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol
dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan
musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum
pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari
kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan,
mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka
beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas
jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter.
Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah
bermain bowling sebelumnya.
Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay.
Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah
menghamparkan ribuan bintang
dalam pelukannya.
Mereka duduk menunggu makanan, sambil
menikmati suara desir angin berpadu
dengan suara gelombang bergulung di pantai.
Sekali lagi Tina memandang
langit, dan melihat bintang jatuh.
Dia mengucapkan suatu permintaan dalam
hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang
tahun untuk Peter.
Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih
sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang
terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu
harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar,
makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter
menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen
untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran
lampion
dari negeri China.
Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu
tenda peramal.
Sang peramal hanya mengatakan "Hargai
waktumu
bersamanya mulai sekarang"
kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke
pantai.
Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya
liburan bagi orang lain.
Mereka melepaskan sandal dan berjalan
sepanjang
pantai sambil berpegangan
tangan,
merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut
menghempas kaki mereka.
Matahari terbenam, dan mereka berpelukan
seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini
dengan santai dan
sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di
sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. "
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku
mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah
menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali
karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina
belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari
menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak
mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing
itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik
matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang
botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina
ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8
jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh
penyesalan.

23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba
melakukan yang terbaik.
Dia masih bernafas sekarang tapi Yang kuasa
akan segera menjemput.
Kami menemukan surat ini dalam kantung
bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan
darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk
melihat
Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan
menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter
merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah
matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah
ditulis Tina untuknya.

Dear Peter…
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak
bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan
dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang
berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk
mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya
berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang
kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku.
Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa
berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang
kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita
bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang
kita
lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati
puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan
aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu…!"

Jam dinding berdentang 12 kali…. jantung Tina
berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100…

PS:
Katakan perasaanmu pada orang yang kau
sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi
besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan
meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

True love doesn’t have a happy ending, because
true love never ends….

Cerita Cinta

July 19th, 2005 by bagonk

Dear Diary,
Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu
yah,
banyak banget yang Vella mau ceritain ke
kamu
Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen
ngomongin cowok masing-masing. Di masih
inget sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella
malu banget deh sama dia. Dia soalnya
nggak
kayak cowok-cowok temen Vella yang lain Di.
Sebel deh sama Evan, bayangin deh Di
semua
minusnya Evan nih yah:

Minus 10 karena dia nggak punya
handphone,
padahal cowok-cowok temen Vella yang lain
punya handphone.
Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir
mobil
sama ortunya karena belum 17, padahal
cowok-
cowok temen Vella yang lain biar sama-
sama
SMP udah boleh bawa sendiri!
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma
cepak
biasa, padahal cowok-cowok temen Vella
yang
lain itu rambutnya gaya abhies.
Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka
ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella
suka
banget ke sana, malu banget nggak sih
punya
cowok kayak gitu.
Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak
punya satu pun jacket XSML, padahal cowok-
cowok temen Vella yang lain sering banget
belanja disana, kalau dia sih paling pake
bajunya
bangsa bangsa jacket yang merek FILA (idih
banget nggak sich Di!).
Minus 10 banget (dan yang ini banget
banget-
banget) karena dia masih suka bawa
makanan
dari rumah buat makang siang ke sekolah!
Gila
yah Di, malu-maluin banget nggak sih!
Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia,
kayaknya mau putus aja deh Di.

Dear Diary,
Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella
mau
kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian
itu Di,
Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung
gitu
kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.
Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella
males tapi
ngomong sama dia Di, Vella suruh
pembantu
bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia
nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males
nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di
sekolah
Vella ngindarin Evan pake cara ke WC
cewek lah
atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah
Vella
selalu nggak mau nerima telepon dari dia,
kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan
malu
pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa
pas di
sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang
sekolah
Vella ngumpul di kantin sama temen-temen
Vella.
Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan
terus Vella diem aja, tapi setelah didesak
akhirnya Vella ngaku juga Vella
ngomong, "Ah
bete banget gue sama tuh cowok, udah
nggak
ada modal mendingan gaul, dan mukanya
setelah
gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok
gue
dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah
gue!!"

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke
arah
punggung Vella, Vella bingung dan nengok
Di, ya
Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang
Vella
dan kayaknya dia denger yang Vella baru
ucapin
barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella
sempet
ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya
nunduk ke bawah terus dia pelan-pelan
pergi dari
situ.

Vella diem aja, ada beberapa yang
ngomong "Hayo loo Vel, dia denger lho!!"

Tapi ada juga yang ngomong, "Udahlah Vel,
baguslah denger, nggak ada untungnya tetep
sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih
bagus."

Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja,
syukur
deh kalau dia denger. Dia mau minta putus
juga
ayo, mau banget malah Vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan
udah
nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah
atau
nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia
cuma
diem dan ngelewatin Vella aja.

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak
hari itu,
Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang
Di,
nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa
kehilangan
sesuatu, kadang-kadang Vella suka
bengong
bingung sendiri, cuma Vella berusaha
ilangin
perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi
males
kemana mana, pengennya sendiri aja,
males
ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa
Vella
berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga
nggak
tau kenapa Di.

Dear Diary,
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget,
Vella
diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-
tiba di
channel V ada lagunya Janet JaCkson Di!
Tau
kan liriknya?

Doesn’t really matter what the eyes is seeing,
Cause im in love with the Inner being.Saat
itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru
sadar… Betapa baiknya Evan… Vella nangis
senangisnya Di, karena Vella baru sadar
betapa
begonya Vella…

Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di,
tapi
plus 100 karena dia tiap malem rela jalan
jauh ke
wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat
tidur
setiap hari…
Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir
mobil
sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus
100
karena tiap malem minggu dia rela naik
sepeda
jauh dari kemang ke bona indah khusus
ngapelin
Vella biar ujan sekalipun…
Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak
biasa dan nggak suka di spike, tapi plus 100
karena dalam keadaan rambut Vella apapun
baik
bagus maupun lagi jelek, mau salah potong
atau
salah blow atau salah model dia selalu
bilang
Vella cantik banget…
Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat
dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela
nemenin
Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia
nggak suka dan rela dimarahin ortunya
karena
pulang pagi nemenin Vella… dengan naik
taksi ke
rumahnya…
Minus 10 karena Evan nggak punya jacket
XSML
dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus
100
karena kalau ujan di sekolah dia selalu
minjemin
Vella jacketnya meski dia sendiri
kedinginan…
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke
sekolah, tapi plus 100 karena ternyata
nabung
uang jajan makang siangnya buat beli kado
valentine buat Vella…
Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia
punya 600
Plus di hati Vella… dari 1000 kekurangan
Evan,
dia punya semilyar kebaikan… Ya Tuhan Di,
betapa begonya Vella yah… Vella yang
berutung
sebenernya punya cowok Evan, dan Vella
juga
yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah
sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella
nangis lama banget Di.

Dear Diary,
Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella
kejar
dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan
diem
aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau
ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan
Vella,
Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta
maaf
karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma
diem
aja terus pulang… Vella cuma bisa diem
karena
sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang
kehilangan… Sakit banget rasanya Di, Vella
pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu
semua
Vella yang bikin dan Vella pula yang
nanggung
resiko-nya…

Pagi2 Vella tuh masih sedih bangettt.. dan
berusaha buat minta maaaf ke Evann.. tapi Evan
ngak mau maafin Vella.
Sekarang Evan sudah punya cewe yang baru dan dia
masih ngak mau maafin Vella. Sampai sekarng Vella
masih sayang sama dia dan cinta sama dia. Vella
masih ngak bisa lupain dia. Tapi dia sudah punya
cewe lain yg lebih baik dari Vella.
Vella nyesell banget udah sakitin hati Evan. :(

Style…:P

July 6th, 2005 by bagonk

Alo teman teman kuw tercinta…..hehehehe….mau nanya niii…boleh donk….kan loe semuwa dah pada kenal gue nih….nahh..menurut loe…gue itu tipe" orang seperti apa siiihhh…..apakah seperti ariwibowo….atau tora sudiro….hahahahaha…..ya kali aja mirip beneran….:P , sekalian kalo ada yg dendam tulis" aja…..apa yg bisa gue lakukan buat ke depan nya…..kan lumayan tuw…kripik dan saran….hiihhihiihihi…….Tapi ingat yaa….jangan pernah bilang kalo gue itu orang nya kebapak an….Grrrrrrrr….!!!!!trauma gue ama kata" itooo…..HuH….yo wess lah…..akhir kata…"ada gula ada SemuT….kayaknya gue dah harus CabuT.." Hahahahaha…..*maksa*

Arti Hidup….

July 6th, 2005 by bagonk

Apa arti HIDUP ini bagi elo elo semuwa….apakah benar…yg suka dikatakan orang…"HIDUP ini cuma sekali…lakukan lah apa yg bisa kamu lakukan selagi bisa…." , Memang si…kadang" manusia itu berpikir selalu terlambat…..atau kata" lain nya menyesal selalu belakangan….hihihiihihi…Cuman..perlu di ingat juga….dalam HIUDP ini tidak pernah ada kata terlambat…..atauu..Lebih baik terlambat daripada engga sama sekali…..Nah gimana nech….mau pilih yg mana….itu jg tergantung anda menyikapinya…..hehehehe….Coba tolong di kasih pendapat nya……^^

InterneT

June 9th, 2005 by bagonk

Bagi elo elo semua yg punya jaringan internet di rumah….pengen tanya nech….menurut loe..enakan maen di mana…di rumah…atau di warnet..atau di rumah temen….wakakakka….mungkin bisa di liat dari segi pembayaran per jam nya atau lingkungan…atau kasir warent yg cantiQ , Teknisi yg Keren dan Macho…uahauhhauhua…..

Married

June 9th, 2005 by bagonk

Syarat" buat kawin loe apa..???apakah  CINTA dan KASIH SAYANG sudah cukup buat syarat loe kawin nanti…atau musti serba pribadi semua..??mobil pribadi  , rumah pribadi , kamar pribadi….hihiihii…Kasih koment yang banyak yeee…ga usah pake maluuu….hahahaha…